Kau dan aku. Kita ingin menikmati neraka ini. Terbakar hangus dalam api merah jambumu. Siang dan malam ikut tewas bersama abu tulangku. Jadi jelaga dalam dimensi hitam, tempat semua makhluk hitam dan tak bisa ditentukan mana malam dan mana bukan. Karena tidak ada lagi ‘bukan’. Terbakar. Total.
— Dee Lestari

100 Notes

526 Notes

2154 Notes

Jika cinta matematis, pada angka berapakah ia pas dan pada angka berapakah ia bablas?
— Dee Lestari

1 Notes

Yang satu bicara hukum publik dan nurani, yang satu bicara hukum agama dan kisah hidup Nabi.
— Dee Lestari

Dear God,
In Your majesty, You create differences.
In my arrogance, I question Your wisdom.
In Your mystery, You create temptation.
In my inferiority, You make me more than I am.
So here I am.
Surrender me in the agony of Your love.
Surrender me in the irony of Your law.
Lead me to the joy of love redivined.
Teach me how to love You more.
Amen…
— cin(T)a

3 Notes

We need to forgive and let go, so that we can start living life again by allowing love to enter.
— Priya Sher

blabbering nothing.

Pernah nggak ngerasa keseeeelll banget sama seseorang dan pengen banget marah, karena hal yang emang pantes buat kita tuh ngerasa kesel dan pengen marah? Pernah kan pastinya. Nah tapi, pernah juga gak waktu udah kesel dan marah banget gitu, trus tiba-tiba ketemu orang yang bikin kita kesel, dan orang itu senyum, suddenly ilang aja gitu rasa pengen marahnya. Pernah?

Gue sering.

Dan ini malah kayaknya udah agak jadi kebiasaan gue, karena rasa gak enakan, karena takut malah ternyata sebenernya ini hal yang gak penting buat gue sampe marah-marah, atau bahkan kadang gue malah jadi takut orang itu yang bakal marah balik ke gue.

Gue sering nanya ke beberapa dari 20, dan mereka selalu bilang ini gak baik buat gue, kalo marah ya keluarin jangan dipendem, ntar sekalinya meledak bisa lebih parah dari orang yang biasanya suka marah atau misuh-misuh. Atau malah yang ada guenya yang nyesek sendiri karena cuma bisa nahan atau ngelampiasinnya dengan nangis.

And it’s hurt. Really.

Gue juga sebenernya pengen banget bisa ngungkapin apa yang sebenernya ada di pikiran gue, apa yang gue rasain, tapi sejauh ini susah banget. Pernah sekali gue meledak, dan itu gue sampe ngerasa kayak gak kenal sama diri gue sendiri. Serius. Menurut gue, gue yang waktu meledak itu serem. Then, gue gak pengen kenal gue yang lagi meledak lagi, satu-satunya jalan ya harus bisa ngeluarin uneg-uneg, apa mesti pake uya kuya? -__-

Intinya, ada yang tau caranya biar bisa ‘lepas’ gitu buat ngungkapin apa yang gue rasain biar gak perlu ngerasain meledak di suatu waktu?

2273 Notes

(Source: , via we-dont-know-me)

47466 Notes

@gietianggie @inggidkw @auditerry @restyvirda ketika kepo mengalahkan segalanya. 6 april 2012

  • adaaku_anggie: siapose?? gw?
  • saiavla: SIAPA?
  • yes.not_okay: siapaaa?
  • saiavla: anjis gw kepoooo
  • yes.not_okay: gueee?
  • saiavla: hahhahahhahahhaa apa gue?
  • yes.not_okay: hahahaha
  • rvseptiani: elu semua kali!!!! hahaha
  • adaaku_anggie: HAHAHAHAHA
  • yes.not_okay: hahahahah

1 Notes

There is one person that I hope read all my writings here and view all the pictures I keep posting on my Tumblr. You.
— I need no fan. I need you. Please read my heart. Thank you. (via poeticonnie)

1 Notes

Kita adalah sekumpulan manusia yang remuk. Seharusnya kita saling membantu untuk memungut dan mencari serpihannya, lalu membantu untuk merekatkan serpihan-serpihan itu kembali. Satu sama lain.
Dan bukannya menginjak-injak remukan yang berserakan itu. (via poeticonnie)

4 Notes

Aku ingin jadi rumah, bukan sekedar kedai kopi tempat orang datang hanya untuk mencari teman mengobrol dan membuang jenuh, lalu pergi.
— Teman seperkopian. (via poeticonnie)

7 Notes